Penawar 1001 Penyakit

Berikhtiar Habis-Habisan Sebelum Bertawakal

RAHSIA YANG SATU                                  

PERMASALAHAN DALAM BERDOA                     

BUAT RENUNGAN DIRIKU DAN SAHABAT-SAHABAT SEKALIAN 
 
 
 
 
Seseorang berkata :
            " Saya   telah  berdoa  dan  meminta  kepada  Allah  berulang  kali     tetapi    Allah    tidak   mengabulkan   doa   saya   dan    tidak memberikan  apa    yang  saya   minta ,   lalu  apa  yang  harus  saya lakukan  agar  Allah  mengabulkan  doa saya dan memberikan yang saya minta "     

Demikianlah   antara    rintihan   yang    menimpa   sebahagian   umat  
Islam   dalam   berdoa    kepada   Allah ,  sehingga   untuk   menjawab  
permasalahan     ini       harus       diketahui     dahulu    makna      doa ,  
syarat-syaratnya dan adab-adabnya.  
 
 
 
 
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim bahawa ada seorang Badwi datang kepada Nabi s.a.w dan 
bertanya : 
                           " Apakah Tuhan itu  dekat sehingga  kami  dapat  munajat @ memohon  kepadaNya 
          ataupun jauh sehingga kami harus menyeruNya? " 
Maka Nabi s.a.w terdiam dan sebagai jawapannya turunlah ayat  (  Al-Baqarah : 186 )  iaitu : 
                            " Dan    apabila    hamba-hambaku   bertanya    tentang    Aku    maka    (  jawablah  )
          bahawasanya  Aku  adalah   dekat.  Aku  mengabulkan   permohonan  orang    yang   berdoa 
          apabila ia berdoa kepadaku "
Allah  menjelaskan bahawa Dia akan mengabulkan doa orang-orang yang berdoa  kepadaNya.   
Lalu apakah sesungguhnya makna doa itu?  
Para  ulamak  menjelaskan bahwa doa  itu  ialah permohonan  ( kepada Allah ) dengan  penuh 
ketundukkan dan kerendahan.
             Juga dijelaskan oleh Nabi s.a.w tentang syarat-syarat doa di antaranya adalah : 
 
 
             1.  Mencari yang halal
       Allah  Taala tidak  akan  mengabulkan doa  bagi  siapa  saja  yang  makanannya  diperolehi    
dengan  cara haram  seperti  riba , menipu , memakan  harta orang lain dengan cara batil dan 
sebagainya.
                   Dari  Abu Hurairah r.a  ia berkata , Rasulullah s.a.w bersabda:  
 
                            " Wahai Manusia , sesungguhnya  Allah itu Maha Baik , Dia  tidak menerima kecuali 
          yang baik , dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang-orang mukmin dengan apa yang
          diperintahkan oleh para Rasul "

                     Maka Allah berfirman :
 
                            " Hai  rasul-rasul , makanlah  dari makanan  yang  baik-baik  dan  kerjakanlah amal
          yang soleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan "
                                                                                                                                                                                       ( Al-Mukminun: 51 ) 
                      dan Dia berfirman :
 
                            " Hai  orang-orang  yang beriman , makanlah  di antara  rezeki  yang  baik-baik yang 
          Kami berikan kepadamu "                                                                                                              ( Al-Baqarah: 172 ) 
 
                       Kemudian Nabi bersabda : 
 
                            "  Seorang  lelaki  yang  telah berkelana  jauh  dengan  rambutnya  yang  kusut masai
           dan  pakaian  yang penuh  debu , ia menadahkan tangannya ke  langit sambil berdoa ; " Ya
           Allah , Ya Allah " sedang  makanannya  dari  yang  haram ,  pakaiannya   dari yang haram
           dan    dibesarkan    dengan    makanan    haram ,    bagaimana   Allah   akan   mengabulkan 
           doanya itu "                                                                                                                  ( HR Muslim )
                                                                                                                                                                                                       
 
              2.  Dengan keyakinan yang pasti
 
                      Maksudnya hendaklah di dalam berdoa memiliki keyakinan  yang   pasti  tanpa keraguan
                 sedikitpun bahwa doanya akan dikabulkan oleh Allah dengan kekuasaanNya. 
 
                      Dari Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah s.a.w bersabda : 
 
                             " Janganlah salah seorang dari kamu  mengatakan;  '  Ya Allah , ampunilah  aku jika
              Engkau  menghendaki  ,  rahmatilah  aku  jika  Engkau   menghendaki ',   tetapi   hendaklah
              berkeinginan  kuat  dalam   permohonannya itu karena sesungguhnya Allah  tiada  sesuatu
              pun yang memaksaNya untuk berbuat sesuatu "                                               ( HR Abu Daud )
                                                                            
 
         3.  Tidak meminta sesuatu yang tidak masuk akal
 
                      Tidak dibenarkan  apabila  seseorang  meminta   sesuatu   yang   mustahil  atau   sesuatu 
           di luar  tabiat  manusia  seperti  ingin  memiliki @ menguasai  seluruh  bumi ,  ingin  menjadi 
           orang  yang   paling  kuat  di atas  bumi  ini ,   mendoakan   keburukan  bagi  orang   lain  dan  
           sebagainya   sebab hal itu dilarang  oleh  Rasulullah s.a.w . 
   
             Sebagai  tambahan renungan marilah  kita cermati satu  riwayat bahawa pada 
         suatu   masa   ada   seorang   lelaki   bertanya   kepada   Ibrahim  bin   Adham ,  
         seorang ahli tasawuf yang terkenal :
 
                            " Wahai Syeikh , Allah telah berfirman dalam Al-Quran , ertinya : " Berdoalah kamu 
              kepadaKu , nescaya Aku kabulkan  doamu itu ". Maka aku sentiasa berdoa kepada  Allah, 
              tetapi mengapa doa aku tidak dikabulkan oleh Allah ? "
 
              Beliau menjawab , kerana hati buta disebabkan beberapa perkara iaitu :
  
  • Anda MENGENAL ALLAH tetapi tidak menunaikan HAK NYA
  • Anda  mengatakan CINTA kepada Rasulullah s.a.w tetapi  meninggalkan SUNAH nya
  • Anda  membaca AL-QURAN tetapi tidak BERAMAL dengannya
  • Anda menikmati NIKMAT ALLAH tetapi tidak BERSYUKUR kepadaNya
  • Anda berkata  SYURGA  itu  benar  tetapi anda tidak BERAMAL untuk memasukinya
  • Anda berkata SYAITAN itu musuh tetapi anda tidak MENENTANG nya
  • Anda  mengaku ingin  selamat dari API NERAKA tetapi menjuruskan diri kedalamnya
  • Anda   meyakini    bahawa   KEMATIAN   itu    satu   kepastian   tetapi   tidak   pernah 
    MEMPERSIAPKAN diri menghadapinya
  • Anda  SIBUK   dengan   keburukan   orang  lain  tetapi  anda  sendiri MENGABAIKAN 
    keburukan diri sendiri
  • Anda  menghantar JENAZAH  ke  perkuburan tetapi anda tidak sedikit pun mengambil
    IKTIBAR daripadanya
 

ADAB-ADAB BERDOA                                

Adapun adab-adab berdoa banyak sekali di antaranya adalah : 
                           1.  Berdoa  dengan   memilih  waktu-waktu   yang  memiliki   keutamaan  seperti  pada 
                          hari  Arafah , bulan  Ramadhan , hari Jumaat ,  sepertiga terakhir dari malam hari ,
                          waktu sahur ,  ketika sedang sujud ,  ketika  turun  hujan , antara azan dan iqamat ,  
                                   saat    mulai    pertempuran ,   dalam   ketakutan    atau   sedang  berhiba   hati   dan 
                          sebagainya. 
 2.  Solat  dan  bertaubat   setelah  selesai  solat ,   kerana tidak    akan   dikabulkan  doa 
      orang  yang   meninggalkan   solat  dan  melakukan dosa-dosa  besar  walaupun  dia   
       berdoa sedang ia terus  menerus melakukan perbuatan yang dilarang tersebut. 
3. Termasuk adab berdoa adalah dengan menghadap kiblat. 
            
           Adapun  tatkala  ada  orang  yang   mengatakan  bahwa  dirinya   telah berdoa tetapi doanya 
           tidak  dikabulkan , maka jawapannya   sebagaimana  yang  disebutkan  oleh  Syeikhul  Islam  
           Ibnu   Taimiyah   dalam    Aqidah   Al-Wasathiyah    dan   juga   disebutkan    dalam   Aqidah 
           Ath-Thahawiyah dengan kesimpulan sebagai berikut : 
 
 
           1.  Tergesa-gesa ingin dikabulkan doanya 
 
                     Banyak sekali  terjadi  di tengah-tengah  masyarakat ,  seseorang   berhenti  dari  berdoa 
           dengan alasan  telah berdoa  berkali-kali  tetapi  doanya  tidak terkabul , padahal justru dari 
           fikiran itulah menjadi sebab tidak terkabulnya doa. 
 
                       Rasulullah s.a.w bersabda : 
 
                            " Tentu   doa   seseorang  akan  dikabulkan  oleh   Allah  ,   selama   orang   itu   tidak 
           terburu-buru ( ingin dikabulkan ) , iaitu dengan    mengatakan;  " Aku   telah  berdoa tetapi 
           doa itu tidak juga dikabulkan Tuhan !"  ( Mutafak 'Alaih ). 
 
                        Berkata Umar bin Al-Khathab : 
 
                            " Aku  tidak  terlalu  mementingkan terkabulnya doa tetapi   yang terpenting  bagiku 
               adalah  doa itu ( adalah ibadah )  sehingga  apabila  kepentinganku  adalah   berdoa maka
               ijabahnya akan mengikutinya "
 
               Jadi   sekalipun  seseorang  itu  tidak  terkabul  doanya  ,  sebenarnya  orang  tersebut  telah  
            mendapat  pahala  di sisi  Allah ,  dan kelak doa yang belum terkabul tersebut akan menjadi 
            syafa'at bagi pemiliknya. 
 
 
           2.  Meminta sesuatu yang tidak mendatangkan maslahat

               Allah  Ta'ala Maha tahu akan maslahat dan madharat dari  apa yang akan diberikan kepada  
            hambaNya dan sebahagian dari kebijaksanaan Allah adalah tidak dikabulkanNya  doa yang
            tidak  mendatangkan maslahat bahkan mendatangkan madharat. 
     
      Contohnya ;   
                                     Orang  yang  berdoa  agar  anak perempuannya  diperistri  oleh  orang  yang 
                                     kaya raya dengan maksud  ia  akan  mendapatkan  rezki  ( harta )   darinya , 
                                     sedang  ia  tidak tahu hal itu akan mendatangkan maslahat atau tidak. 
 
                        Nabi s.a.w bersabda : 
 
                             "  Tidaklah seorang muslim di  atas  bumi  ini  berdoa  kepada  Allah  dengan  suatu 
            doa melainkan  doanya  tersebut akan  dikabulkanNya  atau dihindarkan  orang  itu dari 
            bahaya  sebanding  dengan  apa  yang  dimintanya   selama  doa  itu  tidak  mengandungi 
            dosa atau bermaksud hendak memutuskan silaturrahim " 
 
                         Salah seorang sahabat bertanya :  
 
                             " Kalau begitu  kami memperbanyak doa ( permohonan )! " 
 
                         Nabi s.a.w bersabda : 
 
                             " Allah lebih banyak lagi (dalam mengabulkannya) "                           ( HR  At-Tirmidzi ) 
 
 
            3.  Allah tidak menghendaki hal tersebut 
 
                Tetapi  tidak  terkabulnya  doa tersebut tidak menghilangkan manfaat dari  doa itu karena
             seseorang  yang berdoa  sekalipun doanya tidak dikabulkan , sesungguhnya ia tetap diberi 
             pahala oleh Allah  atas doanya tersebut. 
 
                Disebutkan  oleh  beberapa  ulama  bahawa ada kalanya Allah akan menunda  terkabulnya
            doa pada hari kiamat sebagai syafaat bagi pemiliknya. 
 
                Begitu  juga   Allah  melarang  doa   keburukan   bagi   dirinya   dan   orang    lain  sekalipun 
            seorang  bapa  atau  ibu  yang  mendoakan  keburukan  kepada  anaknya   sewaktu  marah 
            kerana  Rasulullah  khuatir  doa  itu bertepatan dengan waktu  dimana  pada saat itu  Allah
            menerima atau mengabulkan  doa dari hambaNya ,  sebagaimana sabda Nabi s.a.w :
 
                               " Janganlah   kamu   berdoa    buruk     terhadap    dirimu    ,   begitupun     terhadap 
                anak-anakmu   dan   terhadap   harta   bendamu  ,    Jangan     sampai   nanti   doamu   itu 
                bertepatan  dengan  suatu  saat  dimana  Allah   sedang   memenuhi  permohonan , hingga 
                doa burukmu itu benar-benar terkabul "                                                                                     (HR Muslim)
 
 
 

Create a free website at Webs.com